Sabtu, 30 Maret 2013
Kamis, 28 Maret 2013
Rabu, 27 Maret 2013
Pasang Headlamp Honda Scoopy FI di Scoopy Karbu, Projector Bikin Cantik
Hadirnya Honda Scoopy injeksi alias Scoopy FI, membawa banyak perubahan. Tidak hanya di soal fitur yang bertambah, tetapi desain juga lebih cantik. Makin mengesankan skubek retro modern. Terlebih dengan hadirnya lampu utama atau headlamp yang mengusung model projector!
Mungkin, tidak sedikit dari pemilik Scoopy lama atawa Scoopy yang mengusung pengabut bahan bakar karburator lantas ingin mengaplikasi headlamp ini di pacuannya. Betul? Biar enggak penasaran, ya silakan saja dicoba. Yukz...
Sebenarnya bisa saja aplikasi part penerang jalan milik Scoopy FI di Scoopy karbu. Itu karena dari sisi bentuk atau dimensi, kedua part ini tak jauh berbeda. Sebab ketika coba pasang headlamp Scoopy FI di Scoopy karbu pun, masuk dan bisa.
“Tetapi harus membuat dudukan ulang. Terutama untuk dudukan lampu bagian atas,” ungkap Handy Hariko, Senior Manager Technical Training Department PT Astra Honda Motor (AHM) yang ditemui beberapa waktu lalu di kantornya di bilangan Sunter, Jakarta Utara.
Memang! Setelah dipasang, terlihat kalau lubang dudukan baut lampu di cover bodi Scoopy karbu dengan lubang dudukan baut di headlamp Scoopy FI, agak sedikit longgar. Maka itu, butuh semacam ring atau braket tambahan buat sempurnakan pegangan sebagai pengencang.
Selain itu, memang di bagian bawah lampu, menyisakan sedikit celah. Itu karena bagian bawah headlamp Scoopy FI cenderung lebih tirus atau lonjong ketimbang Scoopy karbu. Tetapi, bisa saja celah ini ditutup menggunakan bodi sambungan dengan cara disolder. Apalagi, kalau urusan seperti ini diserahkan ke modifikator. Pastinya, gampang aja cari jalan keluarnya. He,he,he.
Namun selain harus menebus headlamp Scoopy FI yang satu setnya dijual Rp 560 ribu, sobat juga harus menyesuaikan bohlam. “Untuk Scoopy injeksi sudah mengaplikasi bulb model halogen HS1,” timpal Sarwono Edhi, Technical Training Development AHM.
Oh ya! Di Scoopy FI, sistem kelistrikan lampu mengaplikasi micro iso. Part ini berfungsi membantu nyala lampu ketika engine distarter alias dihidupkan. Adanya micro iso, kerja listrik jadi tak terbebani. Artinya, lampu tak langsung menyala dan menyedot konsumsi listrik.
“Part ini diaplikasi di motor yang sudah AHO (Automatic Headlight On; red),” ujar Edhi, sapaan akrab Sarwono Edhi. Tapi, sobat pemilik Scoopy karbu pun tak perlu pasang micro iso kalau ingin memasang headlamp Scoopy FI. Tetap bisa kok. Kan masih ada saklar lampu juga toh. Info Selengkapnya
Selasa, 26 Maret 2013
Ini Dia Cara Mengoperasikan Idling Stop di Honda Vario Techno 125
Pasti ada yang bingung, gimana sih cara mengoperasikan fitur idling stop system (ISS), di Honda Vario 125. Biar lebih jelas, langsung ditanya pada perwakilan dari PT Astra Honda Motor (AHM) selaku produsen.
"Sebenarnya ini sama saja seperti idling stop yang ada di Honda PCX," buka Wedijanto Widarso, GM Technical Service Division PT AHM. Artinya kalau yang sudah pernah mencicipi PCX baik versi 125 atau 150 tidak akan kagok dengan fitur ini.
Tapi kalau yang belum, mari lanjut baca artikel ini. Pada prinsipnya, dengan fitur ini mesin bisa dengan otomatis mati sementara ketika dalam kondisi idling atau langsam lebih dari 3 detik.
Fitur ini sangat berguna ketika berkendara di kemacetan atau ketika berhenti di lampu merah. Agar tidak membuang banyak bahan bakar, mesin secara otomatis dimatikan saat berhenti sejenak dan bisa menyala kembali ketika selongsong gas diputar.
Lalu bagaimana cara mengoperasikannya? "Yang pertama tekan saklar idling stop di setang sebelah kanan," terang Wedijanto. Tapi tidak serta merta ketika mesin dinyalakan lalu dibiarkan langsam, maka akan langsung mati.
"Motor harus jalan terlebih dahulu, baru fitur idling stop berfungsi. Vario ini dianggap sudah berjalan bila memenuhi dua syarat yaitu suhu mesin sudah lebih dari 60 derajat celcius dan sudah berjalan lebih dari 10 km/jam," rinci pria ramah ini.
Kalau sudah jalan, saat berhenti selama 3 detik baru deh mesin akan otomatis mati. Ketika mesin mati, ada lampu indikator berwarna hijau di panel speedometer yang menyala. Fungsinya untuk mengingatkan kalau motor berhenti dan mesin mati ini masih dalam sistem idling stop. Jadi enggak perlu kaget ketika putar gas tiba-tiba mesin menyala kembali.
Lewat fitur barunya ini, Honda mengklaim konsumsi bahan bakarnya bisa lebih hemat hingga 7 persen. Hasil pengetesan internal Honda dengan metode ECE R40, didapat konsumsi bahan bakar hingga 55,8 km/liter. Lebih hemat dari Vario Techno 125 tanpa ISS yang hanya 52,1 km/liter. Info Selengkapnya
Senin, 25 Maret 2013
Semarak Festival Verza dan HUT 1st Lampung NewsPaper
Langganan:
Postingan (Atom)
