Senin, 05 Desember 2011
Tiga Modifikator Berangkat ke Bangkok Motor Show
SURABAYA - Tiga modifikator pemenang Honda Otocontest (HOCS) 2011 akan berangkat ke Bangkok International Motor Show pada 2012. Mereka akan kembali menunjukan kapasitasnya sebagai juara nasional modifikasi, untuk bersaing di Asia Tenggaral.
Mereka adalah Ida Bagus Teja (Denpasar-Bali), Agus Umbara (Badung-Bali) dan Agus (Surabaya-Jawa Timur). Tiga pengutak-atik kuda besi ini akan ikut di kontes paling bergengasi se-Asia Tenggara itu.
Menurut Agus, dikirim ke kancah international ini merupakan pengalaman tersendiri. "Sejujurnya memang belum pernah tampail di kancah internasional," kata Agus yang juga pemilik Alpha Siera Custum, usai acara HOCS di Sirkuit Kenjeran Park, Surabaya, Minggu (4/12/2011).
Ketiga modifikator ini mengaku sepakat jika dalam kontes nanti menggunakan konsep baru. Artinya, konsep modifikasinya berbeda ketika dalam ajang HOCS 2011. "Ini adalah kebanggaan dapat bertarung dengan modifikator international. Jika memang kami harus mengusung konsep baru kami siap," timpal Agus Umbara.
Di HOCS 2011 ini ketiga Modifikator ini sebagai The Best King Of Ekstreem. Ida Bagus Teja mengusung konsep King Fashion. Perombakkan terjadi pada Honda Blade. Kemudian Agus Umbara menggunakan konsep Transformer yang merombak Honda Supra 125 bertampang sangar.
Sedangkan, Agus Alpha Siera mengusung konsep Advance Retro Moderen. Di mana Honda C1 dirombak dengan lebih banyak menggunakan Motor Rise. Bahkan, kuda besi besutanAgus ini dapat menempel ke tanah. Namun ketika jalan, sepeda motor ini dapat naik hingga 10 cm. Info Selengkapnya
Sabtu, 03 Desember 2011
Jumat, 02 Desember 2011
Waspada, Pria Bisa Kena Kanker Payudara
KANKER payudara bukan lagi monopoli kaum hawa. Pria ternyata juga bisa terkena, jadi sadari segera gejala yang muncul dan lakukan pengobatan sejak dini.
Ketika Mark Doel (41) pertama kali melihat bercak darah di seprei, ia tidak khawatir. Bahkan ketika seorang rekan menunjukkan beberapa bintik di kemejanya, ia berasumsi hanya kulit kering atau bekas gesekan dengan kemejanya selama olahraga.
Setelah beberapa bulan, ia mengunjungi dokter yang memvonisnya menderita kanker payudara.
"Saya tidak tahu pria bisa terkena ini. Ada rasa malu, butuh beberapa saat untuk saya mengatakan ini kepada siapapun. Kalau kanker paru-paru atau kanker otak, mungkin saya bisa lebih terbuka. Karena selama ini, ada stigma bahwa kanker payudara hanya dialami wanita," kata bapak dua anak ini.
Faktanya, pria juga bisa terkena kanker payudara, biasanya pada usia di atas 60 tahun, obesitas, dan memiliki riwayat keluarga kanker payudara.
Namun, usia Mark 41 dan tidak memiliki riwayat kanker di keluarganya. Meski tidak memiliki gejala lain, setelah menggunakan krim yang diresepkan oleh dokternya, puting Mark masih tampak seperti sakit yang tidak akan sembuh.
Kanker yang dialaminya merupakan bentuk yang sangat awal dari Duktal Karsinoma in situ (DCIS), jenis kanker paling umum yang terbentuk di puting. Sebagai prakanker, sel-selnya belum mulai menyebar.
"Selain benjolan payudara, pria dan wanita dapat merasakan gejala seperti keluarnya cairan dari puting, perubahan bentuk atau ukuran dari salah satu atau kedua puting, atau pembengkakan kelenjar ketiak,” jelas konsultan kanker payudara Dibyesh Banerjee dari Rumah Sakit St Anthony, Surrey.
"Sebenarnya, itu bukan kanker karena menurut definisi, kanker berarti sesuatu yang akan menyebar ke bagian lain tubuh. Namun, DCIS akhirnya akan menjadi kanker jika Anda tidak mencegahnya sejak dini,” tambahnya, seperti dilansir Dailymail, Selasa (29/11/2011).
Mark pun menjalani operasi mastectomy di mana kebanyakan kanker payudara pria diperlakukan dengan cara ini. Mastectomy adalah menghilangkan jaringan payudara, kulit, areola, puting, dan mungkin kelenjar getah bening di ketiak.
Meskipun tidak ada statistik untuk pria dengan DCIS, anekdot tampaknya menyebut kecenderungan meningkat.
"Kenaikan ini mungkin untuk meningkatkan kesadaran pria dan tidak malu untuk jujur. Untuk pria, umum memiliki sedikit jaringan payudara di belakang puting yang disebut ginekomastia. Jika lembut dan halus, jaringan tersebut mungkin tidak berbahaya. Jika keras dan perlahan-lahan memperbesar selama beberapa bulan, konsultasi ke dokter, pastikan Anda jangan menunda," tegasnya.
Tanda awal kanker payudara pria muncul dalam bentuk benjolan, tepat di bawah puting dan hampir selalu menyakitkan. Beberapa gejala lainnya, seperti:
- Perubahan pada penampilan puting.
- Satu puting yang tertarik ke dalam payudara.
- Pengeluaran cairan dari puting (yang mungkin mengandung darah).
- Ulserasi (sakit di kulit payudara).
- Pembengkakan payudara.
- Benjolan di bawah lengan.
Info Selengkapnya
Ketika Mark Doel (41) pertama kali melihat bercak darah di seprei, ia tidak khawatir. Bahkan ketika seorang rekan menunjukkan beberapa bintik di kemejanya, ia berasumsi hanya kulit kering atau bekas gesekan dengan kemejanya selama olahraga.
Setelah beberapa bulan, ia mengunjungi dokter yang memvonisnya menderita kanker payudara.
"Saya tidak tahu pria bisa terkena ini. Ada rasa malu, butuh beberapa saat untuk saya mengatakan ini kepada siapapun. Kalau kanker paru-paru atau kanker otak, mungkin saya bisa lebih terbuka. Karena selama ini, ada stigma bahwa kanker payudara hanya dialami wanita," kata bapak dua anak ini.
Faktanya, pria juga bisa terkena kanker payudara, biasanya pada usia di atas 60 tahun, obesitas, dan memiliki riwayat keluarga kanker payudara.
Namun, usia Mark 41 dan tidak memiliki riwayat kanker di keluarganya. Meski tidak memiliki gejala lain, setelah menggunakan krim yang diresepkan oleh dokternya, puting Mark masih tampak seperti sakit yang tidak akan sembuh.
Kanker yang dialaminya merupakan bentuk yang sangat awal dari Duktal Karsinoma in situ (DCIS), jenis kanker paling umum yang terbentuk di puting. Sebagai prakanker, sel-selnya belum mulai menyebar.
"Selain benjolan payudara, pria dan wanita dapat merasakan gejala seperti keluarnya cairan dari puting, perubahan bentuk atau ukuran dari salah satu atau kedua puting, atau pembengkakan kelenjar ketiak,” jelas konsultan kanker payudara Dibyesh Banerjee dari Rumah Sakit St Anthony, Surrey.
"Sebenarnya, itu bukan kanker karena menurut definisi, kanker berarti sesuatu yang akan menyebar ke bagian lain tubuh. Namun, DCIS akhirnya akan menjadi kanker jika Anda tidak mencegahnya sejak dini,” tambahnya, seperti dilansir Dailymail, Selasa (29/11/2011).
Mark pun menjalani operasi mastectomy di mana kebanyakan kanker payudara pria diperlakukan dengan cara ini. Mastectomy adalah menghilangkan jaringan payudara, kulit, areola, puting, dan mungkin kelenjar getah bening di ketiak.
Meskipun tidak ada statistik untuk pria dengan DCIS, anekdot tampaknya menyebut kecenderungan meningkat.
"Kenaikan ini mungkin untuk meningkatkan kesadaran pria dan tidak malu untuk jujur. Untuk pria, umum memiliki sedikit jaringan payudara di belakang puting yang disebut ginekomastia. Jika lembut dan halus, jaringan tersebut mungkin tidak berbahaya. Jika keras dan perlahan-lahan memperbesar selama beberapa bulan, konsultasi ke dokter, pastikan Anda jangan menunda," tegasnya.
Tanda awal kanker payudara pria muncul dalam bentuk benjolan, tepat di bawah puting dan hampir selalu menyakitkan. Beberapa gejala lainnya, seperti:
- Perubahan pada penampilan puting.
- Satu puting yang tertarik ke dalam payudara.
- Pengeluaran cairan dari puting (yang mungkin mengandung darah).
- Ulserasi (sakit di kulit payudara).
- Pembengkakan payudara.
- Benjolan di bawah lengan.
Info Selengkapnya
Langganan:
Postingan (Atom)

