Senin, 07 Januari 2013

Test Ride Honda CB150R StreetFire, Tetap Responsif

Kalau sebelumnya puas ngebut bersama CB150R StreetFire di sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, kini saatnya membawa motor sport terbaru Honda ini ke jalanan. Kami sempat beraktifitas berhari-hari bersama motor yang dijual Rp 22,35 jutaan ini. Hasilnya, ada beberapa pengalaman baru yang patut di-sharing. Fitur CB150R Streetfire yang kental dengan gaya naked bike ini memang terlihat keren, rangka tralis yang sengaja dipamerkan pada motor ini membuatnya eye catching. Tak ayal, kami pun harus berkali-kali menjelaskan pada orang-orang yang penasaran dan bertanya di jalan. Hehee.. Sepanjang perjalanan beberapa hari ini pula, bisa disimpulkan kalau indikator digital di panel sebelah kanan memiliki visibilitas baik. Di siang hari, enggak silau meski terpapar matahari langsung dari atas. Di malam hari, sorot backgroud berwarna orange-nya membuat mudah dibaca. Spion yang punya desain mirip spion Tiger dan New MegaPro juga tergolong baik, tetap jelas dan tidak getar meski di kecepatan tinggi. Giliran tutup tangki yang jadi perhatian, meski secara fungsi tidak ada masalah, proses buka-tutupnya tetap mudah tapi desainnya nampak kurang sporty. Rumah kunci yang sudah dilengkapi dengan penutup bermagnet memang sangat fungsional, sayangnya belum otomatis tertutup ketika anak kunci dicabut. Masih harus menggeser tuas kecil yang ada di samping lubang kunci. Repot dikit enggak papa deh, yang penting aman!
Handling Sedikit mengulang impresi riding position pada sesi test sebelumnya. Ada yang berbeda, kalau sebelumnya lebih sering memposisikan badan merunduk karena ngebut di Sirkuit Sentul, kali ini benar-benar di jalanan yang posisi duduknya selayaknya berkendara sehari-hari. Setelah mencoba berjalan dalam jarak tempuh panjang dan waktu berkendara lama, terasa juga kalau paha bagian dalam terasa terganjal. Bisa jadi ini karena desain bagian belakang tangki terlalu lebar. Meski begitu, posisi setangnya terbilang nyaman. Meski tidak setegak New MegaPro tapi posisi badan tidak terlalu membungkuk, tumpuan badan juga tidak membebani pergelangan tangan.
Kenyamanan juga bisa dirasakan boncenger. Jok belakangnya cukup lebar dan empuk, sudut kaki pembonceng pun tidak terlalu menekuk, jadi tetap nyaman meski diajak jalan jauh. Lanjut ke suspensi. Saat digeber melewati beberapa tikungan mulus dan tikungan yang bumpy masih terasa nyaman. Memang dirasa sedikit keras pada suspensi belakang, namun terasa stabil saat menikung. Apalagi suspensi belakang disokong sistem pro-link, setiap hentakan yang diterima pun lembut diredam dan reboundnya halus. Saat menghentikan laju, rem depan yang di lengkapi kaliper dua piston dan belakang satu piston dirasa pakem. Padahal kalau dilihat-lihat, tampak luar piranti pengereman ini tidak berbeda dengan yang digunakan pada New MegaPro. Performa Berkendara melewati kemacetan dan sesekali mencoba top speed di jalan yang sepi terasa masih menyenangkan. Putaran mesin terasa galak mulai di 6.000 rpm ke atas sehingga tetap responsif karena torsinya lumayan besar. Honda mengklaim mencapai 13,1 Nm di 8.000 rpm. Jadi jangan heran meski di atas kertas spesifikasinya lebih mirip CBR150R yang baru enak di putaran menengah-atas, tapi kenyataanya berbeda ketika dipakai harian. Akselerasi putaran bawahnya masih tergolong responsif. Beberapa penyebabnya adalah perbandingan final gir 15/45 yang digunakan CB150R, sedang CBR150R menggunakan gir 15/43. Honda juga telah merivisi noken as atau kem, khusunya untuk mengatur ulang bukaan klep buangnya.
Di putaran atas, speedometer digitalnya masih bisa menunjukan angkan 130 km/jam meski nafas motor belum habis. Oiya, gigi 6 pada motor ini lebih diperuntukan sebagai over drive saja. Nafasnya sangat panjang diperuntukan untuk menghemat BBM pada kecepatan tinggi. Puas merasakan performanya, dua kali kami melakukan pengukuran konsumsi bahan bakar dengan metode full to full. Setelah melewati banyak kemacetan dan beberapa kali geber hingga kecepatan tinggi, hasilnya 1 liter bahan bakar mampu digunakan untuk menempuh jarak 35 km. Beda tipis seperti klaim pabrikan yang menyebutkan angka 1:36 kilometer. Info Selengkapnya

Sabtu, 05 Januari 2013

Kado Awal Tahun, Harga Motor Naik

JAKARTA – Harga on the road (OTR) sepeda motor kemungkinan besar akan naik di awal 2013 ini. Pasalnya, akan ada kenaikan pajak BBN (bea balik nama) yang diberlakukan tiap daerah, yang mempengaruhi harga jual OTR sepeda motor. Dengan naiknya pajak BBN sebesar 10 persen, maka harga on the road sepeda motor otomatis juga akan naik. Besaran kenaikan memang tidak pasti, karena besaran pajak tergantung model dan kapasitas mesin sepeda motornya. “Iya bisa ada kenaikan harga on the road sepeda motor, karena akan ada kenaikan pajak BBN di tiap-tiap daerah. Tapi kenaikan harga ini masih menunggu kenaikan pajaknya,” jelas Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), saat dihubungi Okezone, Kamis (3/1/2013). Awal tahun ini sendiri menjadi fokus utama tiap-tiap Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) untuk mengejar penjualan. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menilai, kenaikan BBN ini rasanya tidak akan berpengaruh pada penjualan. “Kalau harga jual dari kami sebagai ATPM tidak naik, tetap sama yah. Kenaikan OTR terjadi karena BBN naik. Rasanya kami masih optimis bisa menggeber penjualan di awal tahun ini,” beber Eko Prabowo General Manager Promotion and Communication, Yamaha Indonesia. Eko melanjutkan, yang dikhawatirkan justru nanti adalah DP minimal 30 persen untuk sistem kredit syariah. “Seperti kenaikan DP kredit reguler di tahun lalu, naiknya DP syariah juga bisa berpengaruh. Kami belum bisa prediksi dampaknya seperti apa, biasanya akan terlihat setelah dua bulan berjalan,” bebernya lagi. Sementara itu masalah lain yang dihadapi ATPM seperti kenaikan UMP (upah minimum provinsi) di 2013 ini, pihak Yamaha akan berusaha maksimal untuk tidak menaikan harga jual kendaraan. “Kenaikan UMP memang jelas akan menambah beban pengeluaran ATPM. Tapi Yamaha akan berusaha untuk tidak mengorbankan harga jual. Itu akan sangat kami usahakan,” tutup Eko Prabowo. Info Selengkapnya

Jumat, 04 Januari 2013

AHM Apresiasi 41 AHASS Terbaik

Jakarta - PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan apresiasi kepada 41 bengkel resmi Honda atau biasa dikenal dengan nama AHASS (Astra Honda Authorized Service Station) yang telah berprestasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen. Penghargaan ini diberikan dalam bentuk paket wisata ke Negeri Tirai Bambu, China. Sebanyak 41 AHASS ini mendapat penghargaan setelah menyisihkan 3.494 AHASS lain dari seluruh Indonesia. Mereka diikutsertakan dalam lomba yang penilaiannya dilakukan berdasarkan performa pelayanan terhadap konsumen serta kemampuan memelihara kebersihan, kerapihan di bengkel. Acara penghargaannya sendiri diselenggarakan pada tanggal 13 Desember yang dibuka langsung oleh Wedijanto Widarso, GM Technical Service Division. Selain seremoni, acara juga diisi dengan sebuah seminar motivasi tentang Sukses Mulia yang dibawakan oleh Jamal Azzaini, Inspirator Nasional. “Selain pelayanan bengkel, Honda juga selalu mengupdate kemampuan para mekanik baik kemampuan teknik maupun kemampuan pelayanan”, ujar Wedijanto. Service Quality Award 2012 Sepanjang tahun 2012, layanan purna jual Honda melalui jaringan bengkel resmi AHASS meraih penghargaan Service Quality (SQ) Award 2012 dari lembaga CARRE of CCSL (Center Customer Satisfaction & Loyalty) dan Majalah Service Excellence. Wedijanto menyatakan kepercayaan konsumen terhadap layanan AHASS akan mendorong Honda untuk terus meningkatkan layanannya kepada konsumen di seluruh jaringan AHASS. “Terima kasih kepada konsumen. Kepuasan konsumen merupakan hal terpenting bagi Honda. Oleh karena itu, kami sangat memperhatikan dan terus meningkatkan pelayanan bagi pengguna produk sepeda motor Honda," ujarnya. Info Selengkapnya

Kamis, 03 Januari 2013

Honda CBR 250R, Juara Nasional 250 cc Kalahkan Ninja

Kemenangan Denny Triyugo sebagai juara umum 250 cc Indospeed Race Series 2012 patut dibanggakan. Bagimana tidak, kemampuan Honda CBR 250R yang sempat diragukan melawan Kawasaki Ninja 250 buktinya mengejutkan. Mulai dari setingan Electronic Control Unit (ECU) dari Vortex yang dibuat sesuai dengan karakter Denny. “Semburan bahan bakar sudah maksimal pada rpm tinggi. Jadi, enggak khawatir ketinggalan bejek gas saat keluar cepat di tikungan,” bilang pembalap berusia 24 tahun itu. Ade Rahmat mekanik Astra Motor Racing Team (ART) menyebutkan, sebenarnya untuk seri terakhir kemarin juga setingan motor sama saja dengan seri sebelumnya. Spek motor tidak ada yang diganti dari mulai seri ketiga, seperti klep in yang diganti 32 mm dan ex 26 mm. “Tapi, kemajuan kemampuan CBR 250R ini terus dilakukan dengan posisi riding pembalapnya juga,” jelasnya lagi. Mulai pemakaian beberapa part yang diboyong langsung dari Thailand cukup membantu pengembangan Honda CBR 250R milik ART ini. Seperti setang adjustable buatan Thailand dirasa mempengaruhi riding juga. Bisa diseting sesuai postur Denny. Dengan begitu, posisi riding juga agak lebih merunduk. Ditambah dengan penggantian alas duduk jokinya yang hanya memakai karet tipis. Posisi riding yang diterapkan Denny juga sedikit beda dengan Wawan Hermawan, rekan setimnya. “Bagian tangki ditambahkan kondom dengan panjang 2,5 cm. Posisi duduk jadi agak ke belakang,”kata Ade. Rebound sok belakang CBR 250R besutan Denny juga lebih mantap. Monosok Ohlins membantu meredam guncangan. “Pakai sok ini bikin nikung lebih anteng. Nggak terjadi sliding atau bumpy juga,” jelas Thomas William Hendrata, Racing Analyst ART.
Baru Setahun Langsung Juara Tim Astra Motor Racing Team (ART) pertama kali diperkenalkan awal Februari 2012. Disokong PT Astra International-Tbk -Honda Sales Operation(HSO). Namun urusan balapan merek, tentu mendapat perhatian langsung dari PT AHM (Astra Honda Motor) yang dikomando Anggono Iriawan, Safety Riding dan Motorsport AHM. Untuk hal ini ART bareng Star Racing tim. Star Racing dikomandoi Benny Djati Utomo sekarang sudah terbukti bisa membawa ART dan pembalapnya menjadi juara nasional 250 cc. Info Selengkapnya

Rabu, 02 Januari 2013

Pedrosa, Rider of the Year

TOWCHESTER – Bagi para fans Dani Pedrosa atau Repsol Honda yang kecewa lantaran gagal mendulang gelar kategori rider, bisa sedikit tersenyum. Pasalnya dalam voting yang dihampar Crash.net, Pedrosa ditabalkan menjadi yang terbaik di musim 2012. Setelah mengalkulasi ratusan ribu pemilik voting yang dibuka awal bulan ini, rider mungil asal Spanyol itu memiliki hasil suara terbanyak, yakni di titik rating 8,86 dari 10. Voting ini melibatkan 20 nama rider yang resmi terkonfirmasi kontrak dengan tim masing-masing. Pengecualian hanya minus Mattia Passini dan Roberto Rolfo. Jorge Lorenzo di jok Yamaha Factory, “membantu” Pedrosa untuk men-Spanyolkan pemuncak pilihan. Lorenzo di tempat kedua dengan 8,57. Ada pun di tempat ketiga, kembali diselingi rider Honda dan Yamaha. Casey Stoner yang sudah memutuskan pensiun, masih punya banyak koresponden dengan rating 7,90 dan Cal Crutchlow, sukses membangun citranya setelah menerima 7,60 dari hasil voting. Yang sedikit mengecewakan, adalah raihan legenda hidup, Valentino Rossi. Musim lalu, The Doctor menempati urutan ke-10 dan musim ini, Rossi harus terima turun satu peringkat dengan rating 5,11. Yang paling buruk adalah anjloknya performa Ben Spies. Musim lalu, Spies menghuni peringkat empat dengan skor rata-rata 7,32. Namun musim ini, Spies jeblok ke posisi 18 dengan rating 3,61. Info Selengkapnya