Jumat, 28 Oktober 2011

Makna Sumpah Pemuda

SOEMPAH PEMOEDA

Pertama :

- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE,

TANAH AIR INDONESIA

Kedua :

- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE,

BANGSA INDONESIA

Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN,

BAHASA INDONESIA

Djakarta, 28 Oktober 1928

Selamat Hari Sumpah Pemuda. Mungkin sebagian dari kita lupa bahwa tiap tanggal 28 Oktober kita memperingati hari Sumpah Pemuda dan mungkin sebagian dari kita juga sudah lupa bagaimana bunyi Sumpah Pemuda.

Sumpah Pemuda mempunyai makna yang sangat mendalam bagi bangsa ini, sumpah pemuda berisi ikrar bersatunya dan disatukannya tunas-tunas bangsa oleh kesamaan tanah air, bangsa dan bahasa. Ini mengingatkan kembali jati diri kita sebagai bagian dari NKRI yang harus senantiasa menjaga dan mempertahankan NKRI dari segala macam tantangan, ancaman maupun krisis.

Sudah selayaknya kita bersatu dan memperkuat ikatan satu sama lain agar Indonesia tetap kokoh dan bertahan di tengah krisis global yang mengancam ekonomi negeri ini. Sumpah Pemuda membawa beritabaik bahwa sampai saat ini kita masih disatukan oleh tanah air, bangsa dan bahasa Indonesia. Persatuan dan Kesatuan merupakan langkah dasar kemajuan suatu bangsa. Selamat Hari Sumpah Pemuda. Sumber

Kamis, 27 Oktober 2011

Tewasnya Simoncelli Adalah Kehilangan Besar Dunia Olahraga


Sosok Marco Simoncelli yang menyenangkan dan ramah di kehidupan normal sepertinya memang benar adanya. Tak hanya dunia balap MotoGP, kematian pembalap asal Italia ini merupakan kehilangan besar dunia olahraga.

“Saya tidak tahu harus berkata apa. Marco adalah pribadi yang menyenangkan dan pembalap yang bertalenta. Kadang-kadang saya sedikit keras kepadanya, tapi semata-mata itu untuk perkembangannya sebagai seorang rider handal. Saya sempat berpikir jika ia berhasil finis di urutan pertama kami akan merayakannya bersama. Kini, saya hanya ingin ucapkan terima kasih Marco, atas apa yang telah kau berikan selama ini,” begitulah Vice President HRC, Shuhei Nakamoto, menggambarkan betapa kehilangannya ia akan sosok Marco Simoncelli.

Pernyataan belasungkawa atas kematian rider yang kerap disapa “Supersic” ini seolah terus mengalir tak mau berhenti dari semua kalangan. Setelah rekan-rekannya di MotoGP, kini bagian dunia sepakbola yang turut merasakan kesedihan atas kejadian tragis yang menimpa pembalap berambut kribo tersebut.

Sebagaimana yang kita tahu, menyusul tragedi tewasnya Simoncelli, beberapa pertandingan di Liga Italia melakukan penghormatan dengan “one minute silent” sebelum memulai kick off babak pertama. Tak hanya itu, beberapa tokoh sepakbola seperti Javier Zanetti dan Claudio Ranieri pun turut berduka cita atas kematian Simoncelli.

“Itu adalah tragedi yang nyata. Tak ada kata lain untuk menggambarkan apa yang terjadi. Marco adalah seorang juara dan dia akan terus jadi salah satu yang di atas,” ujar Javier Zanetti, wing back klub Inter Milan, dikutip pada laman Football Italia beberapa waktu lalu.

“Saya pernah bertemu dengannya sekitar 15-16 bulan yang lalu dalam sebuah pertandingan amal. Ia duduk di samping saya, terus menerus berbicara, dan dia punya pesona yang luar biasa. Hari ini, saya merasa ngeri. Ia selalu memiliki senyum di wajahnya, selalu siap dengan lelucon, sebagaimana orang-orang Romagna,” ujar Claudio Ranieri, pelatih klub Inter Milan.

Tak hanya itu, perhatian besar atas tewasnya Marco Simoncelli juga ditunjukkan oleh beberapa media massa olahraga di Italia. La Gazzetta dello Sport memajang foto pembalap muda tersebut dengan tulisan “Sic 1987-2011” pada halaman depannya. Coriere dello Sport, koran olahraga Italia lainnya, juga memajang foto Simoncelli dengan tulisan “Ciao Great Marco”. Sementara itu, Tuttosport menulis di halaman depannya dengan kalimat “Sic love does not die.”

Rasanya penghormatan-penghormatan tersebut cukup menggambarkan bagaimana dunia olahraga kehilangan sosok Simoncelli yang selalu ramah dengan senyuman di wajahnya.Info Selengkapnya

Rabu, 26 Oktober 2011

Banjir Thailand Tidak Pengaruhi Produksi Motor Honda


BANGKOK - Banjir besar di Thailand diperkirakan berdampak negatif bagi industri otomotif di Thailand. Seperti halnya produksi pabrikan mobil Honda yang mengalami gangguan produksi akibat banjir tersebut.

Namun, tidak dengan pabrikan motor Honda di Thailand yang tidak mengalami dampak negatif terhadap banjir besar. Produksi sepedah motor Honda di Thailand tidak mengalami gangguan, bahkan Honda berencana akan segera melanjutkan produksi seperti biasanya.

Seperti dilansir Motorcycle, Selasa (25/10/2011) pabrik sepeda motor Honda di Thailand merupakan pusat produksi motor Honda untuk di ekspor ke seluruh Asia, termasuk Indonesia. Terutama untuk motor Honda CBR250R dan Skuter PCX.

Walaupun sempat di tutup beberapa hari akibat banjir besar, Honda akan kembali memproduksi motornya dengan normal. Pasalnya, permintaan motor Honda untuk kawasan Asia termasuk Indonesia cukup banyak. Jadi untuk memenuhi semua permintaan tersebut, dalam waktu dekat ini Honda akan mulai memproduksi motor seperti biasa.

Selain itu, Honda motor di Thailand turut prihatin dan berbelasungkawa atas bencana banjir besar yang terjadi di beberapa kota di Thailand. Honda berharap semoga bencana alam ini segera berakhir dan Thailand dapat kembali melakukan aktivitasnya.Info Selengkapnya

Selasa, 25 Oktober 2011

Simoncelli di Mata Rider Lain


Tragis. Mungkin itulah kata yang pantas disematkan atas meninggalnya pembalap MotoGP bertalenta besar, Marco Simoncelli. “Super Sic” dinyatakan tewas akibat cidera parah yang dialaminya ketika bertabrakan dengan Colin Edwards dan Valentino Rossi di Sirkuit Sepang Malaysia, beberapa waktu lalu.

Walaupun erat dikenal sebagai salah satu pembalap yang kontroversial, sosok Simoncelli tetaplah pemuda yang dicintai banyak orang karena ketulusannya di luar trek. Berkat talenta balapnya yang besar, pembalap berambut kribo ini bahkan digadang sebagai “The Next Big Thing” oleh rekan senegaranya, Valentino Rossi.

Sungguh mengejutkan di musim keduanya pada gelaran MotoGP, Simoncelli harus menghembuskan nafas terakhir akibat tabrakan horor yang juga melibatkan Valentino Rossi dan Colin Edwards. Akibat tabrakan tersebut, helm yang digunakan “Super Sic” itu sampai terlepas dan tak sadarkan diri di tengah lintasan trek.

Berikut adalah petikan penghormatan dari rekan-rekan rider lain di MotoGP terhadap kematian Simoncelli.

“Saya syok dan sedih atas meninggalnya Marco. Ketika hal seperti ini terjadi, ini mengingatkan Anda betapa berharganya hidup. Ini betul-betul membuat saya sakit di dalam dada. Yang bisa saya ucapkan hanyalah saya turut berduka untuk seluruh keluarga Marco. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana mereka melewati hal ini. Tapi yang jelas, pikiran dan doa kami selalu bersama mereka. Saya harap mereka semua tetap dekat melalui tragedi ini bersama-sama,” ujar Casey Stoner.

“Dalam tragedi seperti ini, tidak banyak yang bisa saya ucapkan. Saya hanya ingin memberikan belasungkawa kepada keluarga dan semua orang yang mencintainya. Saya bersama dengan Ayah Simoncelli ketika ia mendapatkan perawatan dan yang bisa kami lakukan hanyalah memeluknya. Itu adalah kecelakaan fatal dan semua orang di paddock tetap syok. Berkali-kali kami melupakan betapa olahraga ini sangat berbahaya, dan ketika kita kehilangan orang-orang seperti ini, hal-hal lai tidak lagi berarti. Jelas bahwa kami melakukan apa yang kami suka, apa yang kami cintai, tapi hari ini semua itu menjadi tak berarti,” ujar Dani Pedrosa.

“Dalam keadaan seperti ini, kata-kata tidaklah berarti. Saya pikir semua orang mencintai Marco, terutama ayah dan ibunya. Saya juga memiliki anak, dan apa yang terjadi hari ini adalah situasi terberat yang bisa Anda bayangkan. Saya melihat rekamannya dan saya terkejut. Dalam balapan Anda berjuang sangat keras dan tak sadar sesungguhnya bahaya mengintai Anda. Marco adalah pembalap yang tangguh dan ia selalu berupaya sangat keras. Kami balapan bersama sejak kami masih kecil. Saya lihat ia selalu melakukan semuanya maksimal. Saya melihatnya tabrakan berulang kali tanpa cidera serius. Tapi apa yang terjadi hari ini sangat tidak mungkin,” ujar Andrea Dovizioso.

“Sic seperti adik bagi saya. Sangat kuat di atas lintasan trek dan sangat manis di kehidupan normal. Saya akan sangat merindukannya,” ujar Valentino Rossi melalui akun Twitternya (@ValeYellow46). Info Selengkapnya

Senin, 24 Oktober 2011

Marco Simoncelli Meninggal


Sepang - Marco Simoncelli akhirnya dinyatakan tewas setelah kecelakaan yang melibatkan dirinya di Sirkuit Sepang. Sebelumnya, dikabarkan sempat sadar meski kondisinya kritis.

Sesaat setelah kecelakaan yang menimpanya, kru Gresini Honda tampak pucat dan ada yang mengatakan kepada detikSport, "Kondisi Simoncelli sama sekali tidak bagus."

Namun, Dari informasi yang didapat detikSport di Sirkuit Sepang, Minggu (23/10/2011), Simoncelli tewas pada pukul 16.56 waktu setempat.

Sementara ini masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak MotoGP yang rencananya akan menggelar konperensi pers sesaat lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan tersebut terjadi ketika motor Simoncelli tergelincir miring ketika tengah menikung pada lap kedua.

Sial bagi Simoncelli, ia terjatuh di tengah lintasan. Imbasnya, ia dihantam Colin Edwards dan Valentino Rossi yang tengah melaju di belakangnya. Red flag pun dikibarkan dan balapan dihentikan. Info Selengkapnya