Kamis, 19 April 2012

Lima Keunggulan Injeksi PGM-FI Dibanding Karburator


JAKARTA – Secara perlahan, sepeda motor dengan sistem pengabutan karburator mulai tergeser dengan sistem injeksi. Teknologi ini diyakini lebih efisien dalam konsumsi bahan bakar dan rendah emisi sehingga ramah lingkungan.

Technical Training Department Head AHM, Handy Hariko, membeberkan sejumlah keunggulan teknologi Programme Fuel Injection (PGM-FI) dibanding karburator. Penjabaran ini diberikan pada Workshop Teknologi Sepeda Motor Honda.

"Teknologi ini lebih irit BBM, performa lebih baik, mesin mudah dihidupkan, mudah perawatan dan ramah lingkungan." ungkapnya di Astra Honda Training Center, Sunter, Jakarta Utara, Selasa (17/4/2012).

Seperti diketahui, terdapat perbedaan cara kerja antara karburator dengan sistem injeksi. Pada karburator, bahan bakar mengalir dari tanki bahan bakar ke karburator secara gravitasi. Sedangkan PGM-FI, bahan bakar dipompa dari tanki bahan bakar ke injektor menggunakan pompa bahan bakar.

Selain itu, semburan bahan bakar keduanya pun berbeda. Pada karburator, semburan bahan bakar yang menuju ke ruang bakar terjadi karena efek dari venturi (penyempitan ruang) di karburator. Sedangkan PGM-FI, semburan bahan bakar yang menuju ke ruang bakar melalui bukaan injektor yang diatur secara elektronik.

Pada motor tipe karburator, pada umumnya masyarakat Indonesia terbiasa membersihkan karburator secara berkala, namun pada PGM-FI tidak perlu. Cukup penggantian saringan bensin setiap 48 ribu km.

Meski demikian, perawatan berkala pada sepeda motor PGM-FI tetap harus dilakukan agar tunggangan selalu dalam kondisi prima. Namun, yang perlu di garis bawahi adalah sistem PGM-FI yang tidak perlu dirawat secara berkala. Info Selengkapnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar